Resensi Novel Habis Gelap Terbitlah
Terang
A. Identitas Buku
Judul :
Habis Gelap Terbitlah Terang
Penulis :
Armijn Pane
Penerbit : Balai Pustaka
Tahun
terbit` : 2008
Kota
terbit : Jakarta
B. Kepengarangan
Armijn Pane adalah seoarang sastrawan
angkatan Pujangga Baru. Beliau juga salah satu tokoh pendiri Majalah Pujangga
Baru. Armijn lahir di Muara Sipongi 18 Agustus 1908 dan meninggal pada tahun 16
Februari 1970 di Jakarta. Armijn pernah menyenyam pendidikan di HIS dan ELS
pada tahun(1923) dan melanjutkan Kuliah
di STOVIA Jakarta pada tahun(1927). Selain menjadi penulis, Armijn pernah
menggeluti pekerjaan menjadi seorang wartawan di Surabaya, Guru Taman Siswa di
Kediri dan menjadi Seketaris dan Direktur Pujangga Baru(1933-1936). Beberapa
karya Armijn Pane yang sangat terkenal antara lain, Habis Gelap Terbitlah
Terang, Belenggu dan masih banyak lagi. Belenggu merupakan karya sastra yang di
terbitkan pada tahun(1940)banyak mengundang perdebatan dikalangan penulis di
Indonesia. Dengan seluruh karyanya di bidang sastra Armijn Pane mendapat
penghargaan Anugerah Seni dari pemerintahan RI tahun 1970. Hingga saat ini
karyanya selalu terdengar di seluruh pecinta sastra Indonesia.
C.
Sinopsis
Raden
Ajeng kartini dilahirkan di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Beliau merupakan
putri dari Raden Mas Adipati
Sastrodiningrat yaitu Bupati Jepara pada saat itu dan cucu dari Bupati Demak
Tjondroningrat.
Semasa
kecil R.A Kartini, beliau selalu memperhatikan kenapa perempuan pada saat itu
hanya diam dan tidak ada yang bersekolah seperti kaum pria. Peristiwa ini
selalu menjadi pertanyaan baginya hingga ia beranjak mulai dewasa. Saat Raden
Ajeng Kartini menginjak dewasa, ia memulai menemukan jawaban dari pertanyaan
yang telah muncul saat ia masih kecil dan menilai bahwa kaum perempuan pada
masa itu hanyalah sebagai perhiasan kaum pria dan hanya sebagai pengurus rumah tangga saja.
Beliau menilai kaum wanita penuh dengan kehampaan, kegelapan, dan merasa tidak
berguna di mata para kaum pria yang bekerja secara alamiah.
Dalam
hati R.A Kartini tidak bisa menerima keadaan itu meskipun beliau berasal dari
keluarga Bangsawan, namun ia merasa bahwa gelar bangasawan tiada artinya bagi
penderitaan yang di rasakan oleh kaum perempuan. Dimata R.A Kartini setiap
manusia memiliki derajat yang sama, beliau selalu sering turun dan berbaur
dengan masyarakat bawah yang bercita-cita ingin merubah kehidupan yang lebih
baik dan meningkatkan derajatnya.
Dia
pernah berkeinginan mendirikan sebuah sekolah bersama adiknya yangh bernama
Kardina atas bantuan dan masuukan dari temannya yaitu MR Abendanon. Namun semua
impian itu ternyata hanya sia-sia dikarenakan pada pangkal tahun 1902 adiknya sudah Kardina telah dipingit itu
menyebabkan hati Kartini sangat melemah menjadi salah satu hal yang membuat dia
berubah dalam rohani.
Pada
saat berbaur dengan masyarakat, R.A Kartini selalu mengajak masyarakat
khususnya kaum perempuan untuk berjuang dan meraih semua impian yang ingin
digapai. R.A Kartini selau memberi semangat kepada kaum wanita dengan semboyan”
Kita harus membuat sejarah baru, kita mesti menentukan masa depan kita yang
sesuai dengan keperluan kita sebagai kaum wanita yang harus mendapat pendidikan
yang layak seperti halnya kaum Laki-laki ”
semboyan ini selalu terucap dari mulut R.A Kartini.
Beliau
bercita-cita ingin mengubah dunia yang dimana kaum perempuan memiliki derajat
yang sama dengan kaum pria. Untuk itu R.A kartini memulai usaha untuk mencapai cita-citanya dengan
mengecap pendidikan.
H.B.S
adalah sekolah R.A Kartini yang dimana sekolah itu merupakan sekolah setara
dengan kolonial Belanda. Disekolah itu R.A Kartini mengalami suatu kejadian
yang tidak bisa dihilangkan bekasnya dalam hati. Beliau memperhatikan bahwa dia
lain dengan anak gadis eropa yang dimana gadis eropa memiliki derajat yang sama
dengan kaum laki-laki sementara dia yang merupakan hanya terpaku dalam adat
bahwa gadis jawa hanya menurut dengan peraturan.
Pada
suatu ketika, diwaktu berhenti, dilihatnya salah seorang kawannya sedang asik
belajar bahasa Prancis. Kartini bertanya kepada temannnya itu mengapa iya
belajar bahasa Prancis, ternyata kawannya hendak pergi ke negeri Belanda untuk
melanjutkan sekolah disekolah guru.
Kartini
seorang anak yang suka belajar, dan dia tau masih banyak pengetahuan yang belum
diketahui namun dapat dipelajari. Dia tiada bedanya dengan saudaranya yang
menjadi Murid H.B.S. R.A Kartini memohon kepada bapaknya untuk terus belajar dalam mencari ilmu
meskipun harus ke negeri lain namun sayang usah yang dilakukan beliau tidak
pernah ditanggapin oleh bapaknya.
Di
kampung R.A.Kartini, wanita yang telah menamatkan sekolah dasarnya wanita itu
tidak boleh keluar rumah dan berjumpa
dengan masyarakat khususnya kaum pria. Sebab adat mereka anak perempuan harus
menunggu pingitan dari seorang pria yang tidak dikelnalnya.
Itulah
alasan mengapa Kartini ingin merubah sejarah yang dimana derajat permpuan
sebanding dengan derajat kaum pria.
waktu
dipingit itu telah datang hati Kartini sangatlah sepi. Pada mulanya kawan-kawan
kartini yang hendak ke Belanda masih sering datang mengunjungi beliau. Namun
lambat laun teman-temannya tiada datang lagi karena sudah berangkat ke Belanda
Kartini pun tiada berkawan lagi. Untuk menghilangkan rasa sunyi itu ayahnya
mengizinkan membaca buku-buku bahasa Belanda dan menerima surat kawannya dari
Eropa. Saudara laki-lakinya yang bernama Sosrokartono sering mendengar
cita-cita dari Kartini dengan penuh perhatian. Atas sikap saudaranya kartini
merasa hatinya kembali riang.
R.A
kartini merasa berkasihan terhadap kakaknya R.A.Tjokroadisosro kakak
perempuannya yang juga masih dipingit, namun segala rasa kasihannya tidak
diterima oleh kakaknya lantaran Kartini memilki cita-cita yang berlainan
terhadap adat istiadat yang dipegang penuh oleh para saudaranya. Pergaulan
antara anak dengan ibu-bapak, dikalangan orang jawa sudah kaku betul karena itu
makin terasa pada kartini betapa sunyinya rasa hatinya, sebab ibunya menjauh
seolah-olah menjauhkannya dari hati. Beruntung karena kartini masih memiliki
orang yang sayang terhadapnya, ialah bapaknya dan saudaranya Sosrokartono.
Pada
akhirnya Kartini berjumpa dengan seorang lelaki duda yang sudah memiliki anak,
lelaki itu bernama Raden Adipati Joyoningrat bupati rembang yang akhirnya
menjadi suaminya. Kartini merasa pernikahannya dengan Raden Adipati dapat
membantu menggapai cita-citanyamerubah derajat kaum wanita.
D. Unsur Instrinstik :
a. Tema :
menceritakan
sebuah perjuangan seorang wanita yang ingin merubah sejarah
b.
Tokoh dan Penokohan :
1. R.A
Kartini : baik,suka membaca dan suka
member semangat.
“ Kita harus membuat sejarah, kita mesti
menentukan masa depan kita tapi yang sesuai dengan keperluan kita sebagai
wanita yang harus mendapat pendidikan yang cukup seperti kaum laki-laki”
2. RM Adipati Sastrodiningrat : baik,tegas dan
penyanyang
“ Ayahnya mengijinkan Kartini membaca
buku bahasa Belanda dan menerima surat
dari kawan-kawannya orang Eropa”
3. Pangeran
Ario Tjondronegoro : baik, suka akan kemajuan
“Beliau merupakan Bupati yang pertama
mendidik anak-anaknya dengan pelajaran Barat “
4. Sosrokartono
: baik, sering mendengarkan cita-cita kartini dengan perhatian.
” saudaranya laki-lakinya Sosrokartono
selalu mendengarkan cita-cita Kartini dengan rasa penuh perhatian”
5. Mr.Abendanon : baik, suka memberi nasihat
kepada kartini
“ Abendanon selalu memberi nasihat
kepada Kartini supaya jangan menunggu balasan rekes, supaya terus mendirikan
sekolah sendiri”
c.
Latar :
Latar
tempat:
di
sekolah H.B.S
“Pada
suatu ketika, di sekolah, di waktu berhenti, dilihatnya salah seorang temannya sedang
saik belajar bahasa Prancis disekolah”
“Sedatangnya dirumah,
ditanyankannya kepada bapaknya.
Latar
suasana:
sepi
“remuk
redam hatinya melihat adik-adiknya boleh pergi bersekolah, dengan bebas boleh
pergi keluar.
sedih
“setiba
saudaranya itu diapun diapun dicemoohkan dan di caci pula.
senang
“Lain
dari pada buku ada, bapak dan saudaranya, ada lagi satu hal yang memberi
keriangan, ialah pekerjaan berkirim-kiriman surat.
Latar
waktu:
Pagi hari:
Kartini melihat adik-adiknya berangkat ke
sekolah pagi itu.
d. Alur :
Novel
ini menggunakan alur Maju
e. Amanat :
Jangan
membedakan derajat kaum perempuan dengan kaum laki-laki khususnya dalam bidang
pendidikan. Sebab dimata Tuhan yang maha esa semua manusia itu sama.
f. Sudut pandang :
sudut pandang orang ke tiga
g.
Gaya bahasa :
Novel
ini menggunakan gaya bahasa Indonesia
E. Unsur Ekstrinstik :
a. Kelemahan
Kelemahan
dari Novel Habis Gelap Terbitlah Terang yaitu, kata-katanya sulit untuk dipahami secara luas oleh seluruh kalangan
masyarakat sebab, kata-katanya terlampau sudah cukup kuno.
b. Keunggulan
Keunggulan
dari Novel Habis Gelap Terbitlah Terang yaitu, berbeda dengan novel lainnya,
novel ini memiliki kumpulan surat yang diterima maupun yang dikirim oleh R.A
kartini semasa hidupnya.
c. Nilai-nilai
Nilai
adat istiadat
Dipingit(ditutup)
adalah adat istiadat bagi masyarakat jawa pada masa itu yang dimana anak
perempuan yang telah menyelesaikan pendidikan dasar disuruh untuk tetap dirumah
dan jangan keluar rumah sampai ia dipinang oleh laki-laki yang tidak ia kenal.
Nilai
moral
Saudara
laki-laki Kartini selalu mendengarkan sebarang kata yang diucapkan Kartini
dengan penuh perhatian, tiada pernah mengucapkan kata yang membuat hati Kartini
menjadi hancur.
Nilai
agama
Hukum
Islam memperbolehkan laki-laki menaruh empat perempuan atu sering disebut
poligami.
d. Kesimpulan
:
Ada
beberapa hal yang membuat Kartini menjadi perempuan yang menarik perhatian
masyarakat Indonesia antaralain yaitu, pertama cita-citanya merupakan cita-cita
seluruh masyarakat khususnya kaum hawa.Kedua, perjuangan jiwanya dan perjalanan
rohaninya dapat menjadi inspirasi bagi kaum hawa. Demikian hasil resensi kelompok kami semoga
dapat bermanfaat bagi kita semua terutama kepada kelompok kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar